Smelter PT ITSS di Morowali Meledak, Pengamat Soroti Ketaatan Peraturan Investasi, Benahi 4 Hal Ini

Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif CESS (Center for Energy Security Studies) Ali Ahmudi Achyak, menyoroti ketaatan aturan investasi yang berlaku di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal tersebut merespon kebakaran tungku smelter nikel yang terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Minggu (24/12/2023) sore, hingga menelan 18 korban jiwa. Menurut Ali, pemerintah cenderung terburu buru dalam menjalankan investasi sehingga berdampak buruk pada sistem ekonomi.

Ali meminta, kebijakan investasi harus dilandasi aturan yang jelas dibarengi dengan risiko risiko yang akan terjadi. Dia juga menyampaikan setidaknya ada empat poin yang perlu dibenahi agar kejadian serupa tidak terulang. Smelter PT ITSS di Morowali Meledak, Pengamat Soroti Ketaatan Peraturan Investasi, Benahi 4 Hal Ini

Man City Naksir Suksesor Kevin de Bruyne, 130 Juta Euro Disiapkan Pep Guardiola di Liga Inggris Smelter PT ITSS di Morowali Meledak, Pengamat Energi: Bukti Investor Abaikan Standar Keamanan Smelter PT ITSS Morowali Meledak, DPR Segera Panggil Kementerian ESDM dan Kemenperin

Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 JADWAL Liga Inggris Pekan ke 22 Live SCTV, Arsenal, Man City dan MU Disiarkan, Liverpool TV Online Respons Pemerintah China soal Ledakan Smelter PT ITSS di Morowali

Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Pertama, pemerintah menerapkan secara tegas undang undang Minerba dan seluruh produk turunannya termasuk mengatur hilirisasi. "Kedua, pemerintah meninjau kembali dan memperkuat aturan tentang pembangunan smelter untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan betul betul proven dan aman," ucap dia.

Kemudian ketiga, pemerintah dan industri harus memastikan bahwa SDM yang ada adalah profesional, terlatih dan patuh pada SOP dan pedoman HSSE (Health, Safety, Security and Environment). "Keempat perlu pemantauan secara berkala agar busa mendeteksi secara dini kondisi smelter sehingga kehandalan tetap terjaga," terang dia. "Sektor pertambangan dan industri berat termasuk yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena selain menggunakan mesin mesin berteknologi canggih, juga biasanya berada di lokasi lokasi tertentu yang tidak mudah pengelolaannya," sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *