Berikut adalah pengertian antraks, lengkap dengan penyebab, jenis, dan gejala penyakit antraks. Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengungkapkan 93 warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjangkit penyakit antraks. Hal tersebut berdasarkan tes serologi yang dilakukan dinas kesehatan setempat.
Melansir laman resmi Ciputra Hospital , antraks jarang menular antar manusia. Namun, perlu waspada bila Anda berada di wilayah penyebaran antraks dengan pengidap ataupun terpapar sumber infeksi (hewan atau makanan). Apa Itu Hipertensi? Berikut Penyebab dan Gejalanya
Netizen Indonesia Bikin Petisi Demi Pertahankan Shin Tae yong Tetap Latih Timnas Apa Itu Zoonosis? Berikut Penjelasan, Penyebab dan Gejalanya Apa Itu Skizofrenia? Berikut Penjelasan, Penyebab dan Gejalanya
Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Wajar Shin Tae yong Curhat ke Media Korea Selatan, Begini Aturan FIFA soal Kontrak Pelatih Timnas Statement Terbaru Shin Tae yong soal Nasibnya di Timnas Indonesia dan Tawaran dari Negara Lain
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Antraks merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Bacillus anthracis, bakteri pembentuk spora. Penyakit ini seringkali menyerang hewan dan tumbuhan liar.
Namun, manusia juga dapat terinfeksi bakteri ini jika tidak sengaja melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi bakteri Bacilluss anthracis. Antraks tidak menular, yang berarti Anda tidak dapat tertular dari orang lain seperti pilek atau flu. Penyebab utama penyakit Antraks adalah bakteri Bacillus anthracis.
Penyebaran infeksi bakteri bisa melalui kontak langsung atau tidak langsung pada spora antraks. Begitu spora antraks masuk ke dalam tubuh maka bakteri ini akan berkembang biak, menyebar, dan menghasilkan racun yang membahayakan tubuh. Hal ini dapat terjadi ketika orang menghirup spora, makan makanan atau minum air yang terkontaminasi spora, atau terkena spora pada luka atau goresan di kulit.
Jenis penyakit yang diderita seseorang bergantung pada bagaimana antraks masuk ke dalam tubuh. Biasanya, antraks masuk ke dalam tubuh melalui kulit, paru paru, atau sistem pencernaan. Semua jenis antraks pada akhirnya dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan antibiotik.
Antraks kulit adalah bentuk infeksi antraks yang paling umum, dan juga dianggap paling tidak berbahaya. Infeksi biasanya berkembang dari 1 hingga 7 hari setelah paparan. Ketika spora antraks masuk ke kulit, biasanya melalui luka atau goresan, seseorang dapat mengembangkan antraks kulit.
Ini dapat terjadi ketika seseorang menangani hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi seperti wol, kulit, atau rambut. Antraks kulit paling sering terjadi di kepala, leher, lengan bawah, dan tangan hingga mempengaruhi kulit dan jaringan di sekitar tempat infeksi. Antraks inhalasi dianggap sebagai bentuk antraks yang paling mematikan.
Infeksi biasanya berkembang dalam waktu seminggu setelah terpapar, tetapi bisa memakan waktu hingga 2 bulan. Ketika seseorang menghirup spora antraks, mereka dapat mengembangkan antraks inhalasi. Antraks inhalasi dimulai terutama di kelenjar getah bening di dada sebelum menyebar ke seluruh tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan masalah pernapasan parah dan syok.
Infeksi antraks gastrointestinal biasanya berkembang dari 1 hingga 7 hari setelah paparan. Ketika seseorang makan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi antraks, mereka dapat mengembangkan antraks gastrointestinal. Setelah tertelan, spora antraks dapat mempengaruhi saluran pencernaan bagian atas (tenggorokan dan kerongkongan), lambung, dan usus, menyebabkan berbagai macam gejala.
Jenis infeksi ini telah diidentifikasi pada pengguna narkoba suntik heroin di Eropa utara. Gejalanya mungkin mirip dengan antraks kulit, tetapi mungkin ada infeksi jauh di bawah kulit atau di otot tempat obat disuntikkan. Antraks injeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh lebih cepat dan lebih sulit dikenali dan diobati.
Banyak bakteri lain yang lebih umum dapat menyebabkan infeksi kulit dan tempat suntikan, sehingga infeksi kulit atau tempat suntikan pada pengguna narkoba tidak selalu berarti orang tersebut menderita antraks. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.