Depresi postpartum merupakan suatu gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan. Ibu merasa sedih, bersalah, putus asa, dan gejala depresi lainnya. Di tahap yang serius, ibu bisa berujung menyakiti diri sendiri hingga mengakhiri hidup.
Angka kejadian depresi postpartum di Indonesia terbilang cukup tinggi yaitu ibu mencapai 50 70 persen. Oleh karena itu langkah pencegahan menjadi sangat penting. Psikolog klinis Nuran Abdat, M.Psi pun bagikan beberapa upaya mencegah terjadinya depresi postpartum pada ibu usai melahirkan.
Damayanti Minta UMKM di Car Free Day Samarinda Prioritaskan Produk Lokal Ketua MRP PT Harap Pemilu Serentak Prioritaskan OAP 90 Persen Kampanye Akbar PSI di Lampung Selatan Dikeluhkan Warga, Jalan Macet Hingga Souvenir Tak Dibagi
Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Anies Kritik Pembangunan Jalan Tol di Pulau Jawa: Justru Matikan Usaha Rakyat di Pantura! RAMALAN ZODIAK Bulan Februari 2024: Cancer Finansial Membaik, Scorpio si Workaholic
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Mengedukasi diri mengenai kondisi psikologis kehamilan, melahirkan dan tumbuh kembang anak. "Belajar parenting tidak melulu akan hamil saja atau ingin punya anak. Ketika tidak ingin punya anak, tidak masalah belajar parenting," kata Nuran pada media briefing virtual, Kamis (3/8/2023).
Dengan adanya edukasi pada diri sendiri, dapatmembuka mata terkait parenting sekaligus bisa membantu lingkungan sekitar. Manfaatnya adalah mampu menempatkan dan memanajemen stres dengan bijak dan tepat. Calon ibu dan ayah perlu mengenal latihan relaksasi, yang bisa berupa pernapasan serta meditasi untuk menempatkan pikiran.
Kalau memang punya pasangan atau menuju memiliki pasangan, mulai membina komunikasi yang baik. Membicarakan bahasa cinta atau love language dan mengenal penyelesaian konflik dalam berpasangan. Artikel ini merupakan bagian dari
KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.