Analis Sebut Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Bisa Dongkrak Pendapatan Emiten Sektor Tambang

Pemerintah telah menetapkan empat sektor yang masuk dalam aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023, di antaranya yakni sektor pertambangan. Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta mengatakan, volatilitas pergerakan saham di sektor komoditas tambang lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, mengingat harga komoditas global sedang mengalami volatilitas. Paling ditekankannya di sini adalah, bahwasa era booming harga komoditas sudah reda karena sudah tidak terjadi disrupsi rantai pasok global lagi.

Nafan menjelaskan, fundamental ekonomi yang solid terdiri dari perusahaan perusahaan atau dari emiten emiten yang berkinerja solid juga. Karena itu, aturan baru DHE jadi satu di antara bentuk good governance yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga nanti emiten emiten pun turut menerapkan good corporate governance dalam menjalankan bisnisnya. RAMALAN ZODIAK Bulan Februari 2024: Cancer Finansial Membaik, Scorpio si Workaholic

Arsenal Masih Bisa Melakukan Lima Kesepakatan Hari Ini Meski Batas Waktu Transfer Sudah Lewat Turunnya Harga HP iPhone 13 Pro Max Wajib Dimanfaatkan, Performanya Sangat Layak Diandalkan Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Paslon Jelang Pemungutan Suara, Siapa Menang?

Sosok Bos Gangster Meksiko yang Ditangkap Polisi di Terminal Nganjuk, Naik Bus Mau Kabur ke Surabaya Halaman 3 UPDATE 6 Hasil Survei Capres 2024, Inilah Tingkat Elektabilitas Para Kandidat per 1 Februari 2024 Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Paslon di 3 Wilayah Berubah Jelang Pencoblosan

Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Selain itu, dia menilai, juga sebenarnya aturan tersebut bertujuan agar bisa meningkatkan akselerasi hilirisasi dan nilai tambah ekspor bahan tambang mentah. Hilirisasi tersebut, lanjut Nafan, sangat penting agar bisa mewujudkan kemandirian perekonomian nasional di bidang industri.

"Ini menuju ke industrialisasi daripada ekspor bahan mentah. Ini juga penting sekali agar bisa meningkatkan kinerja penjualan emiten dari sisi top line (pendapatan) terlebih dahulu, baru nanti berdampak positif ke kinerja bottom line (laba bersih) nya," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *