Penggunaan masker berperan penting lindungi diri dari polusi udara yang kian parah. Khususnya di kota kota besar di Indonesia. Namun, tidak semua masker ampuh menangkal polusi. Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis paru dr Agus Dwi Susanto, SpP dalam media briefing virtual Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Sering kali kita sulit memilih mana masker yang sesuai. Karena masker pada prinsipnya tidak bisa memproteksi pada gas. Dia hanya bisa memproteksi terhadap partikel," ungkapnya, Kamis (10/8/2023). Ia pun menganjurkan beberapa jenis masker yang terbilang cukup efektif cegah terhirupnya polusi. Jenis masker pertama adalah yellow sand dan masker N95.
Ketahui Jenis Masker yang Efektif Tangkal Polusi Udara Netizen Indonesia Bikin Petisi Demi Pertahankan Shin Tae yong Tetap Latih Timnas Ini Jenis Masker yang Efektif Digunakan saat Polusi Udara di Jakarta Belum Kunjung Reda
Wajar Shin Tae yong Curhat ke Media Korea Selatan, Begini Aturan FIFA soal Kontrak Pelatih Timnas Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Statement Terbaru Shin Tae yong soal Nasibnya di Timnas Indonesia dan Tawaran dari Negara Lain
Bisakah Aroma Terapi Tangkal Polusi Udara? Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 "Studi di korea menujukkan bahwa masker yelloe sand, masker karantina N95 lebih baik jika dibandingkan masker biasa atau sapu tangan," kata dr Agus lagi.
Ia pun mengungkapkan bagaimana perbandingan masker N95 dibandingkan masker bedak atau kain saat berhadapan dengan polusi partikulat meter (PM) 2.5. "Di sini kita bisa lihat, menggunakan masker N95, maka jumlah partikel terhirup kecil sekali. Bahkan di bawah standar Environmental Protection Agency (EPA)," tuturnya. Sedangkan masker bedah, mendekati masker sesuai standar yang dianjurkan
Berbeda dengan masker kain katun, polusi masih banyak yang bisa masuk. "Yang ideal adalah masker N95 karena bisa memfilterasi," anjurnya. Namun kalau tidak ada, maka bisa pakai masker bedah.
"Karena minimal 50 persen efektifitasnya. Kalau masker kain tidak bagus, masih banyak (polusi) yang terhirup," pungkasnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.