Ada beberapa upaya mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu ke anak. Yaitu melakukan tes HIV pada saat kehamilan dan mengonsumsi obat antiretroviral (ART). Namun, masih banyak kabar yang beredar jika mengonsumsi ART dapat berpengaruh buruk pada bayi.
Bahkan, disebut bisa membuat bayi menjadi cacat. Namun benarkah? Terkait hal ini Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban beri tanggapan. Menurutnya informasi tersebut tidak lah benar.
Damayanti Minta UMKM di Car Free Day Samarinda Prioritaskan Produk Lokal RAMALAN ZODIAK Bulan Februari 2024: Cancer Finansial Membaik, Scorpio si Workaholic Ketua MRP PT Harap Pemilu Serentak Prioritaskan OAP 90 Persen
Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Kampanye Akbar PSI di Lampung Selatan Dikeluhkan Warga, Jalan Macet Hingga Souvenir Tak Dibagi Arsenal Masih Bisa Melakukan Lima Kesepakatan Hari Ini Meski Batas Waktu Transfer Sudah Lewat
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 "Lagi hamil takut cacat, minum obat. Tidak benar," ungkapnya pada media briefing virtual, Sabtu(2/12/2023). Ia pun menjelaskan jika obat ATR terbukti aman dan baik untuk bayi serta ibu.
"Sekarang sudah dibuktikan sudah lama penelitiannya. Makin banyak terbukti obat ATR disediakan untuk ibu hamil aman untuk ibu dan bayi," tegasnya. Lebih lanjut ia pun menghimbau pada semua ibu hamil untuk melakukan tes HIV. Dan bagi ibu yang dinyatakan positif, segera datang ke layanan kesehatan untuk mendapatkan obat ART.
Jangan khawatir, obat yang disediakan pun tidak berbayar atau gratis. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.