Simak inilah penyebab, cara mencegah hingga pengobatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dikutip dari laman Presiden RI , Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada enam penyakit gangguan pernapasan yang paling banyak dialami masyarakat, salah satunya yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurut Menkes, polusi udara merupakan salah satu penyebab paling dominan timbulnya penyakit gangguan pernapasan, yakni menyumbang 24 34 persen.
Melansir Siloam Hospital , Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa organ pernapasan seperti sinus, faring, laring hingga hidung. ISPA ini adalah salah satu penyakit menular dan rentan mengenai anak anak, di mana imunitas anak masih dalam perkembangan.
Selain itu, kondisi ini juga banyak terjadi pada lansia, yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh. Penyakit Saluran Pernapasan ISPA: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah dan Mengobati Sosok Dokter yang Disorot di Tengah Kisruh Rumah Tangga Ria Ricis, Selfie Bareng Istri Teuku Ryan
Penyebab Batu Ginjal, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Batu Ginjal Istri Andrew Andika Hamil Anak Kedua, Tiap Malam Minta Pijat Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4
Fakta Perceraian Ammar Zoni dan Irish Bella, dari Hak Asuh Anak hingga Nafkah Rp10 Juta per Bulan Krisdayanti Bagikan Foto Saat Bareng Aurel dan Ameena, Istri Lemos Dipuji Nenek Tercantik Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3
Contoh ISPA yang paling umum adalah flu biasa dan influenza. ISPA disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan, baik pernapasan atas maupun bawah dapat terserang infeksi, namun paling sering terjadi pada bagian pernapasan atas. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan orang terkena ISPA adalah sebagai berikut:
1. Rhinovirus (dapat menyebabkan flu) 2. Pneumokokus (menyebabkan pneumonia dan meningitis) 3. Adenovirus (dapat menyebabkan bronkitis, pneumonia dan flu)
4. Virus Influenza (dapat menyebabkan flu) Sementara itu, bakteri yang dapat menyebabkan ISPA yakni: 1. Streptococcus
2. Haemophilus 3. Staphylococcus aureus 4. Klebsiella pneumoniae
5. Mycoplasma pneumoniae 6. Chlamydia Untuk penularan ISPA sendiri dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi, bisa lewat penyebaran udara ataupun sentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri penyebab ISPA. ISPA dapat menimbulkan berbagai gejala, sehingga cara pasti untuk mendiagnosisnya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.
Namun, ada beberapa gejala umum yang biasanya dirasakan oleh pengidap ISPA, berikut di antaranya: 1. Batuk 2. Demam
3. Nyeri kepala 4. Hidung tersumbat 5. Nyeri tenggorokan atau nyeri telan
6. Timbul gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri) 7. Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan warna kulit menjadi kebiruan 8. Kesulitan untuk bernapas
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau terhindar dari ISPA, berikut di antaranya: 1. Seringlah mencuci tangan dengan bersih, terlebih setelah beraktivitas di tempat umum 2. Menghindari kebiasaan merokok
3. Meminimalisir sentuhan tangan pada wajah, terutama bagian mulut dan hidung 4. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat 5. Mengonsumsi vitamin untuk menambah kekebalan tubuh
6. Olahraga secara teratur, minimal 150 menit per minggu (untuk olahraga ringan) Apabila Anda tengah mengalami gejala ISPA dan tak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat. ISPA yang disebabkan oleh virus yang biasanya akan sembuh dalam waktu 1 2 minggu, sehingga tidak diperlukan pengobatan yang intensif, kecuali dokter menemukan indikasi penyakit berbahaya. Beberapa penanganan yang biasa dilakukan pada pasien pengidap ISPA adalah:
1. Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh 2. Mengonsumsi obat batuk 3. Mengonsumsi obat untuk peradangan atau pembengkakan saluran pernapasan
4. Istirahat dengan cukup serta memperbanyak minum air putih 5. Minum lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk 6. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan pernapasan
Cara cara di atas cukup untuk menangani ISPA ringan, namun apabila gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik bahkan setelah ditangani dengan obat obatan, sebaiknya segera kunjungi dokter terdekat. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.