Tips Memulihkan Skin Barrier yang Rusak, Gunakan Basic Skincare dengan Kandungan Berikut

Memiliki skin barrier yang sehat dan utuh merupakan dambaan bagi setiap orang. Pasalnya, skin barrier yang rusak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan kulit, seperti timbulnya jerawat, penuaan kulit, kulit bersisik, dan lain sebagainya. Lantas, apa yang dimaksud dengan skin barrier dan fungsinya? Dan bagaimana cara untuk melindunginya?

Melansir laman Healthline , skin barrier merupakan salah satu lapisan kulit paling luar atau stratum korneum. Skin barrier sendiri terdiri dari sel sel kulit keras yang disebut corneocytes yang diikat bersama oleh lipid seperti mortar. Di dalam sel kulit, terdapat keratin dan pelembap alami, karena lapisan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan juga ceramide.

Sosok Ayah Tali Kasih yang Viral Gelar Pesta Ulang Tahun Mewah, Eks Kades, Terungkap Bisnisnya Inilah Sosok Prajogo Pangestu, Orang Terkaya Versi Forbes: Hanya Lulusan SMA Dulunya Sopir Angkot Tips Memulihkan Skin Barrier yang Rusak, Gunakan Basic Skincare dengan Kandungan Berikut

Sosok Ayu Findi Antika, Tersangka Kasus Kopi Sianida yang Tewaskan Pelajar SMP, Terungkap Motifnya Sosok Bos Gangster Meksiko yang Ditangkap Polisi di Terminal Nganjuk, Naik Bus Mau Kabur ke Surabaya Halaman 3 VIDEO Sosok Wanita Asal Tiongkok Gabung IDF Perang di Gaza, Kabarnya Kini Dirudapaksa Tentara Zionis

Siapa Tali Kasih? Gadis 17 Tahun Viral Habiskan Rp3 M Bikin Pesta Ultah, Terungkap Sumber Uangnya Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Lapisan yang sangat tipis ini berfungsi untuk melindungi kulit dari radikal bebas yang memberikan efek buruk bagi kulit.

Selain itu, tanpa penghalang kulit, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, membuatnya bener benar dehidrasi. Penghalang kulit sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, sehingga perlu dilindungi karena dapat membantu tubuh berfungsi dengan baik. Setiap hari, kulit bertahan dari rentetan ancaman.

Banyak di antaranya datang dari luar tubuh dan beberapa datang dari dalam. Beberapa faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi skin barrier kulit kita, meliputi: Lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu kering

Alergen, iritan, dan polutan Telalu banyak paparan sinar matahari Deterjen dan sabun alkali

Paparan bahan kimia keras Over exfoliation atau over washing Steroid

Tekanan psikologis Faktor genetik yang mungkin membuat kulit lebih rentan terhadap kondisi kulit tetentu seperti dermatitis atopik dan psoriasis. Saat skin barrier tidak berfungsi dengan baik, maka tubuh mungkin lebih rentan mengalami gejala dan kondisi kulit seperti berikut.

Kulit kering dan bersisik Rasa gatal Permukaan kulit kasar atau berubah warna

Jerawat Muncul area sensitif atau meradang Infeksi bakteri, virus, atau jamur pada kulit.

Mengingat pentingnya menjaga skin barrier, maka perlu dilakukan upaya untuk melindunginya. Namun, jika skin barrier pada wajah sudah rusak, maka perlu memulihkan skin barrier pada wajah tersebut. Berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan utnuk memulihkan skin barrier yang rusak.

Serangkaian rutinitas skincare yang cukup banyak secara tidak sengaja dapat melemahkan skin barrier. Apabila melakukan eksfoliasi, perhatikan bagaimana kulit bereaksi terhadap metode yang digunakan. Menurut American Academy of Dermatology , mereka yang memiliki kulit sensitif dan warna kulit gelap mungkin ingin menggunakan kain lembut dan pengelupasan kimia ringan.

Beberapa jenis scrub dan sikat dapat merusak penghalang kulit untuk sementara. Lapisan kulit halus pada kulit kita memiliki pH sekitar 4,7. Peneliti merekomendasikan pembersihan dengan produk yang memiliki pH antara 4.0 dan 5.0.

Menjaga pH kulit pada tingkat yang sehat dapat membantu melindungi dari kondisi kulit, seperti dermatitis, ichthyosis, jerawat, dan infeksi Candida albicans. Meskipun tidak semua produk mencantumkan pH nya, beberapa produk mencantumkannya, karena itu pilihlah produk dengan pH 4.0 5.0. Penelitian dari 2018 menunjukkan bahwa minyak tumbuhan atau nabati tertentu dapat membantu memperbaiki penghalang kulit dan juga mencegah penghalang kulit kehilangan kelembapan.

Banyak dari minyak ini memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Beberapa minyak nabati yang paling efektif untuk dipertimbangkan untuk digunakan pada kulit, antara lain: Minyak jojoba

Minyak kelapa Minyak almond Minyak argan

Minyak borage Minyak mawar Minyak bunga matahari

Minyak kedelai Minyak kismis hitam Cara menggunakan minyak nabati pada kulit dengan cara mengoleskan krim dan losion yang mengandung minyak minyak tersebut ke telapak tangan.

Pijat dengan lembut ke kulit sampai terserap. Ceramide merupakan lipid lilin yang ditemukan dalam konsentrasi sangat tinggi di stratum korneum. Bahan ini sangat penting untuk memastikan skin barrier yang berfungsi dengan baik.

Pelembap kaya ceramide juga dapat memperkuat integritas struktural skin barrier. Selain itu, pelembap ceramide juga sangat membantu untuk mengatasi permasalahan jerawat pada kulit. Sebab, pada kulit yang cenderung berjerawat, penghalang sering terganggu, dan perawatan jerawat dapat membuat kulit menjadi kering dan memerah.

Produk yang mengandung ceramide juga dapat membantu melindungi kulit yang lebih gelap. Baca berita lain seputar kesehatan Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *