Pengamat: Tarif LRT Jabodebek Tergolong Mahal Bagi Masyarakat yang Kesehariannya Gunakan Motor

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas menyatakan tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) sebesar Rp5.000 per untuk satu kilometer (km) pertama, tergolong mahal bagi masyarakat yang biasa gunakan sepeda motor untuk bekerja. Kemenhub telah menetapkan tarif LRT Jabodebek sebesar Rp 5.000 untuk satu km pertama dan selanjutnya akan dikenakan tarif Rp 700. Menurut Darmaningtyas, tarif tersebut tergolong masih terjangkau jika ditujukan unruk masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat dalam kesehariannya.

"Kalau roda empat, tarif sebesar Rp. 25.000, hanya cukup untuk membayar tol saja, belum beli BBM dan parkir serta kerugian akibat kemacetan yang tidak menentu," imbuhnya. Namun, berbeda dengan masyarakat pengguna kendaraan roda dua. Darmaningtyas berujar, justru tarif tersebut tergolong mahal. Zodiak yang Paling Mungkin Selingkuh saat Jalin Hubungan: Aries, Gemini, hingga Aquarius

Diundur! Terjawab LRT Jabodebek Kapan Beroperasi, Cek juga Tarif LRT Terbaru dan Rute LRT Jabodebek Uji Coba Terbatas LRT Jabodebek Bagi Masyarakat Ditunda, Ini Sebabnya Ramalan 5 Zodiak yang Bernasib Baik soal Cinta Sepanjang Februari 2024: Aries, Libra hingga Scorpio

Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Zodiak yang Bisa Sangat Menikmati Hidup: Sagitarius, Gemini, hingga Libra Ramalan Zodiak Keuangan Besok 18 Januari 2024,Hoki : Libra Scorpio, Aquarius, Aries Libra Sagitarius

Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 "Bagi pengendara motor tarif Rp. 25.000, kategori mahal, tapi keuntungannya lebih berkeselamatan, nyaman, dan tidak capek di jalan sehingga lebih produktif," ungkapnya. Di sisi lain, Ia menilai persoalan LRT Jabodebak bukan hanya tarif tetapi angkutan pengumpan atau feeder dari dan menuju stasiun stasiun LRT Jabodebek perlu diperhatikan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi anyar itu.

"Masalah operasional LRT Jabodebek bukan sekadar tarif saja, tapi yang paling penting adalah angkutan pengumpan menuju/dari stasiun terutama di luar Jakarta. Kalau akses di Jakarta sudah cukup bagus," kata Darmaningtyas LRT Jabodebek memiliki 18 stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi lain. Namun, setidaknya ada lima stasiun yang hanya terhubung dengan angkutan kota maupun Jaklingko saja. Adapun moda transportasi lain yang berada di sekitar Stasiun LRT Jabodebek adalah sebagai berikut:

1. Stasiun Harjamukti terkoneksi dengan Jaklinko. 2. Stasiun Ciracas terkoneksi dengan Jaklinko. 3. Stasiun Kampung Rambutan terkoneksi dengan Transjakarta BRT, Jaklinko, Minitrans, dan Bus AKAP.

4. Stasiun TMII terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Jaklinko. 5. Stasiun Dukuh atas terkoneksi dengan Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta BRT, dan KA Bandara. 6. Stasiun Setia Budi terkoneksi dengan Transjakarta BRT.

7. Stasiun Rasuna Said terkoneksi dengan Transjakarta BRT. 8. Stasiun Kuningan terkoneksi dengan Transjakarta BRT. 9. Stasiun Pancoran terkoneksi dengan Transjakarta BRT.

10. Stasiun Ciliwung terkoneksi dengan Transjakarta BRT. 11. Stasiun Cawang terkoneksi dengan Transjakarta BRT. 12. Stasiun Cikoko terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Commuterline.

13. Stasiun Jati Mulya terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota. 14. Stasiun Bekasi Barat terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota. 15. Stasiun Cikunir 1 terkoneksi dengan Angkutan Kota.

16. Stasiun Cikunir 2 terkoneksi dengan Angkutan Kota. 17. Stasiun Jatibening Baru terkoneksi dengan Angkutan Kota. 18. Stasiun Halim terkoneksi dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Transjakarta BRT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *